Catatan Kenangan Beny Uleander

Belajar “Titik Beda” Hillary Clinton Dan Maria Eva

Posted on: Selasa, 27 Mei, 2008

Ajakan Punggawa Pers Leo Batubara
OLEH: BENY ULEANDER
Dunia pers sebuah bidang pergulatan sosial dan intelektual yang penuh dinamika. Bidang profesi yang tak pernah punah dimakan pergeseran tren sejarah. Pers terus bertumbuh dan berkembang dengan kecepatan, percepatan (velocity) dan kecenderungan yang harus terus dipelajari. Itulah sebabnya, kehidupan pers amat menarik untuk dibahas teorinya, dibedah alur praksisnya, dikaji aplikasi teknologinya dan ditelisik daya dobraknya dalam tatanan demokrasi. Dan, pergulatan identitas pers di tengah masyarakat begitu enak dibahas seorang “punggawa pers” Drs Sabam Leo Batubara dengan suara meledak-ledak sejak sapaan awal hingga kata penutup. Memang itulah gaya orasi yang perlu generasi muda pelajari dari orang-orang tua kita yang sempat mengenyam pendidikan ala gymnasium latin warisan Belanda.
Di usia uzurnya, ketajaman refleksi pria kelahiran Seribudolok, Sumatera Utara, 26 Agustus 1939, patut diacungi jempol. Percaturan pers Indonesia dalam lintas sejarah bangsa ini tak pernah luput dari perhatiannya. Termasuk heboh pemberitaan pers menyorot aib “seputar selangkangan” itu. Pers memang menjadi media informasi yang ditunggu khalayak ketika skandal “Monicagate” menerpa ruang oval Gedung Putih. Mata dunia pun tertuju kepada sosok Bil Clinton, pemimpin negara “superpower” kala itu yang menjalin hubungan tak patut dengan Monica Samille Lewinsky (lahir 23 Juli 1973). Ya staf gedung putih bertubuh sintal keturunan imigran Yahudi Jerman itu mendadak menjadi selebritis dunia. Pengakuannya telah melakukan adegan “oral seks” dengan Bil Clinton pada Januari 1996 mendorong senat mengajukan pemecatan terhadap Clinton. Nah, menarik untuk membahas titik bidik pers Amerika.
Menurut Leo Batubara, pers Amerika saat itu menyorot reaksi Hillary Rodham Clinton. Ketika Hillary memaafkan perbuatan tercela suaminya, pers menempatkan Hilary sebagai wanita perkasa yang tetap berjuang mempertahankan perkawinannya. Bahkan, lanjut Leo, pers pun mulai menokoh Hillary sebagai sosok pemimpin masa depan negeri Paman Sam itu.
Ternyata pengalaman politisi bule itu terulang di Indonesia. Politisi partai ternama Yahya Zaini terjungkal dari Senayan setelah rekaman persebadanannya dengan penyanyi dangdut Maria Eva terekspos ke publik akhir November 2006. Menarik untuk menyimak titik pandang pers Indonesia. Saat itu Maria Eva menjadi selebritis dadakan yang disorot pers. Stasiun-stasiun televisi berlomba-lomba menghadirkan Maria Eva sebagai bintang tamu. “Tapi pers kita lupa pada (Ny Sharmila) isteri Yahya Zaini yang telah memaafkan suaminya. Ini beda pers kita dengan pers Amerika,” ujar Batubara.
Itulah ciri ketidakdewasaan pers yang menempatkan tinggi pelaku aib, sementara nasib mereka yang dirugikan tidak terdengar. Padahal isteri Yahya Zaini telah menunjukan komitmen dan kesetiaan untuk mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Apa yang dilakukan Sharmila sama dengan langkah bijak Hillary. Sayang, perlakuan dan nasib mereka berbeda di ujung pena wartawan. Memang lanjut Batubara, hal ini tidak lepas dari karakter orang Indonesia yang memiliki ingatan yang pendek.
Karena itu, dalam Workshop Perbankan Angkatan VII Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Bali bertopik “Inflation Target Framework”, (29-31/3) di Hotel Nikki Denpasar, Leo Batubara berharap awak pers menjunjung tinggi etika profesi jurnalistik dengan tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis dan cabul. Pers berlaku sadis (kejam dan tidak mengenal belas kasihan) jika tidak membela hak-hak mereka yang menjadi korban dari peristiwa tertentu. Dan, ada kecenderungan pers terserap dalam “jurus cabul’ dengan mengeksploitasi berita skandal seks yang melanggar pasal 4 kode etik jurnalistik. Itulah gaya Leo Batubara menyandingkan titik beda bidikan pers atas sebuah peristiwa sosial. Jadi kita tahu, sejauh mana kematangan, kejelian dan cita rasa berita pers Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Blog Stats

  • 68,260 hits

WITA

obj=new Object;obj.clockfile="8009-red.swf";obj.TimeZone="Indonesia_Denpasar";obj.width=150;obj.height=150;obj.wmode="transparent";showClock(obj);
%d blogger menyukai ini: