Catatan Kenangan Beny Uleander

E. Asosiasi Perlebahan Indonesia (API)

Posted on: Jumat, 21 Desember, 2007

Asosiasi Perlebahan Indonesia (API) yang dibentuk tahun 1992 merupakan himpunan masyarakat perlebahan plus mitra sejajar pemerintah untuk bersama-sama mengembangkan perlebahan Indonesia. Hingga kini, API dipimpin H Wawan Darmawan, SE, MBA.
API didirikan untuk memajukan usaha perlebahan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi berupa barang dan jasa yang bermutu bagi pemenuhan hidup rakyat banyak, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggota, menyediakan wahana saling tukar informasi perlebahan antar anggota maupun masyarakat nasional dan internasional, meningkatkan profesionalisme kegiatan perlebahan, membina hubungan dengan organisasi asing serta meningkatkan pemanfaatan dan pemasaran produk perlebahan di dalam maupun di luar negeri.
Selama ini, hasil yang sudah dicapai berupa inventarisasi potensi pakan lebah untuk memudahkan peternak lebah menggembalakan koloni, pengembangan teknologi untuk mengejar ketinggalan dari negara maju perihal budidaya lebah madu, penyuluhan untuk menyelamatkan lebah hutan A. dorsata sebagai lebah asli Indonesia. Selain itu, aktif menjalin kerja sama teknis perlebahan dengan negara maju difokuskan pada alih teknologi, dan menggelar kongres perlebahan nasional.
Selama ini, pengembangan budidaya madu masih dipusatkan di area Bumi Perkemahan Cibubur (BPC), Jakarta Timur. Tidak seperti para pemburu madu hutan yang hanya menggantungkan hasilnya pada kebaikan alam dan kerja keras lebah untuk mengumpulkan madu, API dan Apiari Pramuka terus mengelola dan merawat sarang-sarang lebah yang ditempatkan di dalam kotak-kotak (stup) atau koloni, khususnya jenis Apis mellifera atau lebah unggul yang diimpor dari Eropa, dengan bentuk lebih kecil dari lebah hutan.
Berbagai jenis madu juga tersedia di kawasan BPC seperti madu rambutan, madu kapuk dan madu kopi sebagai hasil penggembalaan lebah secara nomaden. Sejak tahun 1972 hingga kini, Apiari Pramuka sudah menghasilkan 10.000 peternak lebah yang tersebar di seluruh pelosok tanah air dengan total koloni sebanyak 100.000-150.000. Hanya dengan 10.000 peternak lebah, Indonesia sudah bisa menghasilkan 7.000-15.000 ton per tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Desember 2007
S S R K J S M
« Okt   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Blog Stats

  • 68,260 hits

WITA

obj=new Object;obj.clockfile="8009-red.swf";obj.TimeZone="Indonesia_Denpasar";obj.width=150;obj.height=150;obj.wmode="transparent";showClock(obj);
%d blogger menyukai ini: