Catatan Kenangan Beny Uleander

1. Syarat Budidaya Lebah Madu

Posted on: Jumat, 21 Desember, 2007

Jarak lokasi peternak ke sumber makanan sekitar 0,75 km dan jarak ke mata air bersih 200-300 m merupakan syarat budidaya yang baik. Selain tempat, juga udara harus sejuk dan bebas angin. Budidaya lebah perlu memperhatikan siklus tanaman berbunga. Karena itu, para peternak lebah sering pindah mengikuti musim berbunga tanaman.
Di dalam satu koloni terdapat seekor lebah ratu, 1000 lebah jantan dan 9.000 lebah pekerja. Jadi, dalam satu koloni terdapat 10.000 ekor lebah. Lebah ratu bertugas memimpin koloni plus bertelur. Lebah jantan membuahi lebah ratu dan menjaga keamanan sarang. Sedangkan lebah pekerja, mencari nektar bunga untuk dijadikan madu yang merupakan makanan mereka.
Di kawasan Sukabumi, Jawa Barat, para peternak lebah mengembangkan teknik budidaya lebah secara modern. Sebelum budidaya, koloni lebah madu didapatkan dari peternak lain atau Apiari. Apis Mellifera menjadi jenis lebah yang bagus untuk diternakkan dalam produktivitas tinggi. Koloni lebah diletakkan pada stup di bawah pohon sejarak antar stup minimum 2 meter.
Pemeliharaan dilakukan dengan rutin memeriksa sarang dan mengendalikan hama penyakit lebah secara tepat. Panen madu dilakukan tiga bulan sekali. Produksi yang ideal untuk satu koloni; 4 kg madu sekali panen dan terjadi secara fluktuatif. Pada masa paceklik bunga, hasil madu hanya bisa 2 kg/koloni. Namun, ketika bunga berlimpah produksinya bisa mencapai 8 kg/koloni.
Di saat musim berbunga tiba, lebah memang banyak mendapat makanannya. Namun saat musim bunga berlalu atau saat musim penghujan, lebah bisa dikatakan tidak memproduksi madu. Bila mereka tidak memproduksi madu, maka mereka tidak punya bahan pangan. Di sinilah peran peternak dalam menjaga kelestarian lebah menjadi penting.
Di kawasan Sukabumi, para peternak lebah memberi gula stimulan terhadap lebah agar bisa bertahan hidup. Suatu hal yang tidak dilakukan para pengumpul lebah hutan. Untuk memelihara lebah unggul, sering koloni-koloni lebah dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain. Pemindahan tetap didasarkan pada asumsi bahwa lebah selalu mendapatkan cadangan nektar bunga yang cukup demi menjaga kelangsungan produksi madu. Pemindahan juga berfungsi untuk deversifikasi madu berdasarkan jenis bunga yang dihisap lebah.
Proses pembotolan madu di Apiari sangat sederhana, tapi tetap higienis. Madu yang terkumpul dalam puluhan tong plastik disaring, lalu dimasukkan ke dalam tangki untuk pengepakan ke dalam botol.
Sayangnya, pemerintah belum terlibat aktif mengembangbiakkan lebah. Hutan-hutan tropis di Indonesia, baru sebagian kecil yang digunakan sebagai tempat budidaya lebah, padahal potensi ekonomi lebah sangat besar dengan permintaan pasar yang menggiurkan seiring kecenderungan masyarakat untuk kembali konsumsi produk-produk organik yang berasal dari alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Desember 2007
S S R K J S M
« Okt   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Blog Stats

  • 68,077 hits

WITA

obj=new Object;obj.clockfile="8009-red.swf";obj.TimeZone="Indonesia_Denpasar";obj.width=150;obj.height=150;obj.wmode="transparent";showClock(obj);
%d blogger menyukai ini: