Catatan Kenangan Beny Uleander

Jejak Kecantikan Dibalut Tutup Botol & Karung Goni

Posted on: Selasa, 6 September, 2005

Desainer Yenli Wijaya

Ide kreatif adalah buah inspirasi yang lahir dari suatu permenungan. Yenli Wijaya, kelahiran Pupuan, Tabanan, 16 Juni 1969, selaku disainer, inspirasi adalah ketukan suara halus di lubuk hati. Ia mencari jejak kecantikan dengan berpetualang mengumpulkan aneka pernak-pernik, artikel dan mengamati busana harian setiap suku bangsa. “Saya membuat busana untuk masyarakat lokal dengan sentuhan baru. Orang biasanya jatuh cinta dengan sesuatu yang baru itu,” ujar isteri Eddy Suryawiajaya.

Pengembaraan Yenli sampai di tanah Papua. Ia terkesan dengan kecantikan alami perempuan Papua yang mengenak rok dari alang-alang yang teranyam rapi. Ia pun improvisasi mengumpulkan karung goni putih bekas dan tutup botol bekas sembari menakar jejak kecantikan, elegan, modis dan menghilangkan kejenuhan berbusana standar. Untuk busana dari balutan tutup botol bekas, Yenli mengambil dasar warna pink dengan suatu filosofis. Warna pink identik dengan yang lembut, manis dan glamour. Namun rasa jenuh kadang mengikat satu ide untuk bermain lebih explore.

Potongan busana remaja: Sebuah atasan dengan tumpukan bahan tiller mirip sayap bis sebagai aksen dan aneka jenis kancing yang tidak berguna bisa jadi pemanis. Bustier ornament tutup botol disematkan dengan kancing bungkus berwarna pink. Pada rok, dibuat seperti lingkaran penuh (circle) yang dijahit menyerupai sangkar ayam dengan sobekan bahan sisa yang diobras ujung kanan dan kiri, lalu dijahit segi empat, dan diberi aksen tutup botol dan kancing.

Busana anak-anak: Potongan rok terbuat dari karung goni yang dibiarkan tanpa finishing. Bagian atas adalah robekan kain chipon sulk yang ditumpahi lem agar bisa berefek shinning. Pun bisa disematkan korsage yang cantik sebagai pusat perhatian.

Seluruh inspirasi diambil dari gaya berpakaian masyarakat pedalaman Papua. Sebuah rok bawah yang dibuat perpotongan rias dengan seluruh ornament dari bahan yang manis seperti aplikasi bordiran dan beads. Bagian atas agak seksi, kemben cantik yang hanya diikat di bagian belakang, dan diberi ornament agak juntai menutupi bagian perut di bagian depan. Mode ini bisa dijadikan pilihan jika Anda ingin tampil beda. ‘’Eksperimen gito loh,” tandas pemilik Yenli Costume Design di Jl P Ambon 6X Denpasar ini. (Beny Uleander /KPO EDISI 89/OKTOBER 2005)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

September 2005
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Blog Stats

  • 68,180 hits

WITA

obj=new Object;obj.clockfile="8009-red.swf";obj.TimeZone="Indonesia_Denpasar";obj.width=150;obj.height=150;obj.wmode="transparent";showClock(obj);
%d blogger menyukai ini: